Kualatungkal, AP – Setelah dilakukan pengerasan pada tahun 2016 silam dengan angaran Rp 4 miliyar  lebih, tahun ini kondisi ruas jalan Manunggal Satu, Kelurahan Tungkal Ii, Kecamatan Tungkalilir, Tanjabbar memperihatinkan.

Selain berdebu, jalan yang merupakan akses  utama ke kantor BKD dan Sekolah SMA N 2 Kualatungkal kondisinya mulai berlobang.

Kondisi ini membuat masyarakat sekitar hingga para pengendara  mengeluh. Selain dapat mengganggu kesehatan akibat debu jalan, lubang yang berdiameter 2 hingga 3 meter dengan kedalaman hampir 30 Cm dapat membahayakan nyawa pengguna jalan.

“Kami harap pemerintah dapat segera memperbaiki ini, soalnya sudah dua tahun ini kami disiksa dengan debu,” harap Rudi salah satu warga Jalan  Manunggal Satu.

Selain itu, Rifai salah satu pelajar kelas 8 SMA N 2 Kualatungkal juga mengatakan hal yang sama. Sejak diperbaikinya jalan manunggal hampir tiap tahun ia harus menggunakan masker saat melintas, baik pagi maupun siang hari.

“Kalau debu sudah makanan kami tiap hari pak, apalagi kalau musim hujan, bukan motor saja yang kotor, sepatu dan sandal juga penuh lumpur,” keluhnya.

Semen‎tara dari pantauan di lokasi beberapa titik badan jalan sudah mulai berlobang. Bahkan saat hujan, lumpur bekas timbunan jalan juga mengakibatkan badan jalan menjadi licin.

Sanyangnya saat media mencoba mengkonpirmasi keluhan ini, pihak PUPR belum bisa dimintai tangapan. Bahkan saat mencoba menghubungi no ponsel Kabid Binamarga PUPR Arif Sambudi  bernada tidak aktif. her