Mursyid Sonsang Tengok Langsung Jantung Perdagangan Asia

PEMBINA Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat Mursyid Sonsang menyimak langsung pemaparan dari pihak Cosco Shipping Lines mengenai peran strategis Hainan Free Trade Port (FTP) dalam memperkuat konektivitas perdagangan di kawasan Laut China Selatan.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan bersama jajaran manajemen Cosco Shipping Lines di Haikou, Provinsi Hainan, Tiongkok, baru-baru ini.
Mursyid Sonsang yang juga merupakan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi dan mantan Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi hadir untuk melihat lebih dekat bagaimana Tiongkok membangun poros logistik baru yang diproyeksikan menjadi penghubung utama arus barang antara Asia Tenggara, Asia Timur, dan Samudra Hindia.
Dalam presentasinya, tim Cosco Shipping Lines menunjukkan peta jalur pelayaran dan pusat-pusat logistik yang terintegrasi dengan Hainan FTP. Layar besar menampilkan titik-titik pelabuhan penting di sepanjang Laut China Selatan, termasuk koneksi ke Asia Tenggara dan kawasan lain.
Hainan FTP sendiri merupakan proyek nasional Tiongkok yang dirancang menjadi pelabuhan perdagangan bebas dengan kebijakan kepabeanan, pajak, dan investasi yang lebih terbuka. Zona ini diposisikan sebagai hub maritim dan digital untuk melayani rantai pasok global.
“Penjelasan dari Cosco ini sangat penting untuk kita pahami. Hainan tidak lagi hanya dilihat sebagai destinasi wisata, tetapi sudah bertransformasi menjadi pusat logistik dan perdagangan yang akan memengaruhi peta ekonomi kawasan, termasuk Indonesia,” ujar Mursyid Sonsang.
Suami dari Doktor Asnelly Ridha Daulay itu menambahkan, posisi geografis Hainan yang berdekatan dengan Laut China Selatan membuatnya memiliki nilai strategis tinggi. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan kelas dunia dan insentif kebijakan dari pemerintah Tiongkok, Hainan FTP ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya logistik untuk komoditas ekspor-impor.
Sebagai tokoh yang begitu dihormati di dunia jurnalistik serta kebangsaan, Mursyid menilai informasi tersebut perlu segera disebarluaskan kepada publik, khususnya para pelaku usaha dan pemangku kebijakan di daerah.
“Indonesia, termasuk Provinsi Jambi, memiliki potensi besar untuk terhubung dengan jalur ini. Komoditas seperti CPO, karet, batubara, dan produk UMKM kita bisa mencari peluang baru melalui konektivitas yang dibangun Cosco dan Hainan FTP,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman tentang perubahan geopolitik dan geoekonomi di Laut China Selatan menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai pasok global. Peran media, kata dia, adalah menjembatani informasi itu agar sampai ke tingkat daerah.
“JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mengedukasi publik terkait isu-isu strategis seperti ini. Kita harus cepat beradaptasi agar tidak tertinggal,” tegasnya.
ASAL TAHU SAJA
lau Hainan di Tiongkok memasuki babak baru sebagai pusat ekonomi global melalui inisiatif Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) yang ambisius. Sejak penerapan sistem operasional yang komprehensif pada akhir 2025, Hainan bertransformasi menjadi gerbang vital yang menghubungkan pasar Tiongkok dengan dunia internasional.
Di tengah transformasi besar ini, peran perusahaan logistik raksasa seperti Cosco Shipping Lines menjadi sangat krusial. Melalui pengembangan infrastruktur maritim dan pembukaan rute pelayaran baru, Cosco telah menjadi penggerak utama dalam integrasi ekonomi kawasan yang berbasis di Pelabuhan Yangpu.
Delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sedang berada di Hainan atas undangan All China Journalists Association (ACJA) mengunjungi pelabuhan Yangpu pada Kamis, 16 Juli 2026.
“Hainan memainkan peranan kunci dalam konektivitas perdagangan internasional di kawasan Laut China Selatan,” ujar Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, dalam kunjungan ke fasilitas operasional serta ekosistem logistik yang dikelola oleh Cosco Shipping Lines di Hainan itu.
Pelabuhan Yangpu sendiri kini diposisikan sebagai pilar utama dalam Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru. Sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road, pelabuhan ini mencatatkan pertumbuhan volume kargo dan peti kemas yang impresif, membuktikan daya tariknya sebagai hub logistik yang efisien di Asia Pasifik.
Cosco Shipping Lines tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi. Dengan menghubungkan Hainan secara langsung ke berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam, perusahaan ini memperpendek waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi arus barang.
Layanan rute yang dijalankan oleh Cosco memfasilitasi perdagangan intra-Asia yang lebih cair. Hal ini memungkinkan produk-produk dari berbagai negara untuk masuk ke pasar Tiongkok dengan biaya yang lebih kompetitif melalui infrastruktur yang disediakan di Hainan.
Keberadaan sistem bea cukai “pelonggaran di perbatasan, pengawasan ketat di dalam negeri” di Hainan memberikan keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha. Barang yang diproses di wilayah ini menikmati insentif tarif, yang kemudian didukung oleh armada logistik Cosco untuk didistribusikan ke seluruh daratan Tiongkok.
Bagi Indonesia, perkembangan Hainan FTP membawa peluang kerja sama ekonomi yang strategis. Kedekatan geografis antara kedua wilayah ini menjadi landasan kuat untuk mempererat kemitraan rantai pasok yang saling menguntungkan.
Produk unggulan Indonesia, seperti kopi, rempah-rempah, hasil laut, dan buah tropis, kini memiliki akses pasar yang lebih terbuka ke Hainan. Kebijakan tarif nol persen untuk banyak kategori barang memberikan keuntungan bagi eksportir Indonesia untuk menjadikan Hainan sebagai hub distribusi utama.
Sinergi ini semakin diperkuat dengan peran Kamar Dagang Indonesia di Hainan (ICCI) yang bertindak sebagai jembatan bagi para pelaku bisnis. ICCI aktif mempromosikan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan komoditas hingga inovasi teknologi digital.
Pebisnis Indonesia juga dapat memanfaatkan Hainan sebagai tempat untuk beradaptasi dengan aturan perdagangan internasional berstandar tinggi. Dengan infrastruktur ekonomi digital yang mumpuni di Hainan, perusahaan lokal Indonesia berkesempatan memperluas skala bisnis melalui platform e-commerce lintas batas.
Cosco Shipping Lines, dengan jejaring globalnya yang mencakup lebih dari 1.500 pelabuhan, berperan sebagai katalisator dalam mewujudkan visi tersebut. Investasi perusahaan dalam layanan logistik dan rute pelayaran terus mendukung realisasi Hainan sebagai “Hong Kong baru” yang dinamis.
Transformasi Hainan sebagai hub internasional bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah pernyataan keterbukaan Tiongkok terhadap dunia. Melalui kolaborasi lintas batas, Hainan kini berdiri sebagai titik temu kepentingan ekonomi yang menghubungkan produsen di Asia Tenggara dengan konsumen di Tiongkok.
Secara keseluruhan, peran Cosco Shipping Lines bersama dengan status FTP Hainan menciptakan babak baru bagi dinamika perdagangan Asia. Bagi Indonesia, ini adalah momentum emas untuk memperdalam integrasi rantai nilai global dan memperkuat posisi tawar dalam perdagangan internasional.



