TUGAS Kadis Kominfo meluruskan informasi. Tapi jangan sampai niat meluruskan informasi, justru menimbulkan kegaduhan baru.

Omongan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, terkait isu raibnya uang rakyat Rp1,5 Triliun patut disayangkan dari sisi komunikasi publiknya.

Alih-alih meredam, narasi yang disampaikan justru kurang elok. Puncaknya ketika Ariansyah menyebut nama-nama gubernur sebelumnya satu per satu, Zulkifli Nurdin, Hasan Basri Agus, Zumi Zola Zulkifli, Fachror Umar, dan gubernur sekarang Al Haris.

Padahal cukup dikatakan, Angka Rp1,5 Triliun itu adalah akumulasi temuan BPK sejak tahun 2002. Titik. Selesai.

Tidak perlu diseret-seret nama orangnya. Coba bayangkan perasaan keluarga, kerabat, dan para simpatisan mereka metika membaca itu di media. Seakan pemimpin sekarang lepas tanggungjawab, dianggap sedang mencari kambing hitam lempar atas masalah yang sedang dihadapi.

Sebagai juru bicara pemerintah, tugas Ariansyah adalah menjaga marwah lembaga dan menjaga suasana tetap sejuk di tengah masyarakat. Bukan panggung saling tunjuk.

Omongan baik itu fokus pada data, bukan orang. Fokus pada solusi, bukan siapa yang disalahkan.

Kepada Gubernur Al Haris yang terhormat, pejabat publik seperti ini perlu dievaluasi. Jabatan Kadis Kominfo itu amanahnya besar, merawat kepercayaan publik, bukan memecah.

Masyarakat Jambi butuh Juru Bicara yang menenangkan, mencerdaskan, dan mempersatukan.

Oleh: Ramadhani, orang yang banyak belajar dengan Usman Ermulan.