Sengeti, AP – Bencana banjir yang melanda Provinsi Jambi menyisahkan berbagai cerita dari sebagian warga di Kabupaten Muarojambi Khususnya, beberapa waktu lalu masyarakat Desa Pudak kecamatan Kumpe Ulu, mendapat keciban rezeki dari bencana banjir, dimana dengan kondisi banjir ini sebagian warga tersebut bisa mendapatkan rezeki tambahan melalui ojek perahu.

Berbeda pula dengan kondisi Petani kelapa sawit warga Desa Kodotan kecamatan Sekernan, yang  harus mengeluarkan biaya lebih dalam menjual hasil panen mereka, akibat  kondisi banjir yang melanda desa tersebut mencapai pinggang orang dewasa, membuat kendaraan yang mengangkut hasil panen petani tidak bisa masuk ke dalam desa tersebut terutama kelokasi perkebunan milik warga.

“kareno banjir ko bang, kami terpakso pake pompong  bawak hasil panen ke tengkulak, biasonyo bang kami panen kelapo sawit ko dak sesaro iko, karena mobil kami langsung masuk sampai  ke lahan sawit tu, abis nodos, buah sawit langsung masuk mobil, nah kalu kondisi yang macam kinitu rumit bang,kami  panen sawit diatas perahu, nak dilangsir dulu ke tebing, sudah tu buah hasil panen tu tadi dilangsir pula pake angkong, baru masuk pompong. Karena kondisi itu, otomatis biaya yang kami keluarkan jadi lebih besar bang,” kata M. Ali saat di wawancarai (16/3) kemarin. bds