Masalah Sampah Bebani Masyarakat, Syarif Fasha ke Maulana: Ingin Legacy Baru Boleh, Uji Coba Dulu Setahun, Jangan Hancurkan yang Lama

Jambi – Mantan Wali Kota Jambi dua periode Syarif Fasha mengingatkan Wali Kota Jambi Maulana untuk pentingnya kehati-hatian saat membuat kebijakan baru, agar tidak mengorbankan masyarakat.
“Sebagian besar pemimpin di Indonesia ini pingin punya Legacy baru. Kalau meneruskan program lama yang sudah berhasil dianggap kurang berprestasi karena dianggap mencontek,” ungkap Syarif Fasha, Rabu, 10 Juni 2026.
Fasha menilai wajar jika pemimpin ingin membuat program perbaikan. Tapi ada catatannya, harus dipersiapkan matang dulu.
“Saya rasa wajar-wajar saja kalau seorang pemimpin mau membuat program baru untuk perbaikan. Tapi sebaiknya dipersiapkan dahulu dengan baik dan matang. Perlu dilakukan sosialisasi serta uji coba minimal 1 tahun anggaran dan tidak dahulu menghancurkan atau membongkar yang lama. Kadangkala kita perlu masukan atau saran dari orang yang paham,” tegas Fasha, juga anggota DPR RI.
Asal tahu saja, sekarang warga dipungut biaya mulai dari Rp35 ribu melalui RT. Besaran iuran dinilai memberatkan warga dengan penghasilan harian pasca Maulana membongkar Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Langkah itu disebut Maulana bagian dari percepatan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), di mana sistem pengambilan sampah sekarang diubah menjadi armada bentor atau kendaraan operasional yang menjemput dari rumah-rumah warga.
“Ini adalah wujud pelaksanaan program Kampung Bahagia, dengan fokus dibagian Bersih dan Aman. Kalau wilayah ini tidak bersih, banyak hal yang akan ditimbulkan, salah satunya penyakit. Ini merupakan perubahan atau transisi dari program terdahulu. Dulu konsepnya buang sampah ke TPS karena jumlah penduduk belum sepadat sekarang,” ujar Maulana, saat turun langsung melakukan penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pinggir jalan di Kelurahan Orang Kayo Hitam dan Kelurahan Cempaka Putih, Sabtu, 15 Mei 2026.
(Den)



