EKONOM Usman Ermulan mengapresiasi langkah cepat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Hendrizal, karena langsung memimpin rapat penetapan harga TBS di kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kamis, 11 Juni 2026.

Pasca Menteri Pertanian Amran Sulaiman menindak tegas Pabrik Kepala Sawit (PKS) swasta yang ketahuan main harga di bawah HET langsung diancam sanksi sampai dipolisikan.

“Harapan menteri memang begitu, PKS tidak boleh mempermainkan harga yang merugikan petani sawit sebanyak 15 juta di Indonesia. Diharapkan PKS membeli sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan dinas perkebunan hari ini sebesar Rp3.700. Terimakasih pak Hendrizal sudah memikirkan nasib petani,” ujar Usman Ermulan.

Mantan anggota DPR RI tiga periode yang begitu matang di Komisi Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan Nasional itu mengingatkan skema pasar. CPO naik, Menteri Amran mengharapkan kenaikan harga 10 persen seiring dengan kenaikan dollar. PKS tidak ada alasan lagi tekan harga sawit. Terutama juga bagi eksportir.

“Kalau eksportir menaikan harga juga berimbas kepada petani,” ucap Usman.

Usman juga Ketua IKAL Lemhannas Jambi ini mendukung penuh pernyataan tegas Kepala Dinas Perkebunan Hendrizal yang akan memonitor 24 jam PKS yang berani memainkan harga.

“Dan akan melaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi untuk diproses hukum. Pesan mentan sudah jelas. Kepala Dinas sudah bagus, berpihak ke petani sawit,” tegas Usman, juga Dewan Pembina APKASINDO Provinsi Jambi.

(Den)