Anggaran Dana Desa (ADD), untuk mensejahterahkan masyarakat Desa, agaknya masih jauh dari harapan terbukti pembangunan jalan setapak di   desa Rantau Ngarau, Kecamatan Tabir Ulu, Merangin, diduga sarat akan penyimpangan.

Betapa tidak, salah satu proyek jalan setapak lewat kucuran dana ADD  ditiga titik di Desa setempat diduga kuat sarat penyimpangan. Selain itu, kejanggalan lain proyek ini   sama sekali tidak ada papan pengumuman atas pekerjaan proyek tersebut.

“Lihat saja pekerjaan jalan setapak ini, sama sekali tidak menggunakan standar pekerjaan seperti kebanyakan jalan setapak  yang dibangun pada umumnya.  Kemudian standar ketebalan juga diduga jauh dari standar.     Ini benar benar amburadul,” Ungkap  JR (34), salah seoarang warga setempat

Melihat kondisi tersebut, JR yakin jika jalan setapak yang dikerjakan di Desanya melalui pihak ketiga tersebut, tidak akan mampu bertahan lama. “ Kalau asal jadi begitu, gimana mau tahan lama ini jalan setapak. Saya minta aparat terkait,  dapat meninjau secara langsung ke lokasi pembangunan jalan setapak ini, agar  masyarakat kami tidak dirugikan,” Jelasnya.

Tak  hanya JR yang  berani mengomentari  amburadulnya pekerjaan jalan setapak di tiga titik Desa tersebut,  warga  setempat berinisial SF juga mengomentari hal yang sama. Dirinya yakin,  asal jadinya pekerjaan proyek jalan setapak di Desa tersebut, disinyalir  dilakukan aparat dan perangkatnya, demi mencuri uang rakyat melalui dana ADD.

”Ya, selain asal jadi, sama sekali tidak ada papan pengumuman dilokasi berbagai pekerjaan jalan setapak. Saya minta aparat segera bertindak, sebelum warga  melakukan pergerakan sendiri,” Jelasnya.

Kades Rantau Ngarau M Nasir belum berhasil dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi via ponsel, pemimpin Desa setempat masih belum mau mengangkat ponselnya.

Dilain pihak, salah seoarang pekerja jalan setapak di Desa tersebut saat dibincangi, mengaku tidak tahu banyak soal pekerjaan proyek jalan setapak yang tengah dikerjakan pihaknya .

”Kami cuma disuruh kerja disini pak upahan kerja istilahnya pak, berapa dananya atas pekerjaan proyek ini pun kami tidak tahu. Katanya menggunakan dana Desa.  Soal spesifikasi kami juga tidak tahu,” Jelas pria yang tak mau  menyebut namanya dilokasi pekerjaan jalan setapak. nzr