Kualatungkal, AP – Jembatan alternatif yang dibangun pihak rekanan PT Mulia Permai Laksono di perbatasan Tanjabbar-Tanjabtimur ditanggapo Pemkab Tanjabbar.

Asisten I Setda Tanjabbar, Hidayat mengatakan,  pembangunan jembatan artenatif yang dikeluhkan telah dirapatkan. Hasilnya kata dia,

semua pihak menyampaikan agar pembangunan jembatan alternatif dibangun sesuai standar atau tonase kendaraan yang lewat, karena jembatan tersebut merupakan jalan lintas yang selalui padat dilalui kendaraan bertonase besar.

“Iya, pembangunan jembatan alternatif  harus sesuai standar jangan sampai menjadi keluhan,” ujarnya, Kamis (12/04).

Sementara itu, bidang operasional Dishub Tanjabtim, M Juli,  menyebut  jembatan aternatif yang dibangun tidak layak atau belum standar. “Rapat bersama Pemkab Tanjabbar kita minta pihak rekanan untuk memperbaiki kembali pembangunan jembatan aternatif tersebut, termasuk gapura,” ujar Juli.

Dalam pertemuan tersebut kata dia belum ada titik terang pihak rekanan belum memberi keputusan hanya  sebatas berita acara.

“Saat ini kita menungu dari pihak rekanan dan  balai. Secepatnya jembatan tersebut akan dibangun karna mau masuk hari raya tentunya akses jalan tersebut sangat dibutuhkan dan jadi urat nadi masyarakat untuk melaksanakan aktifitas,” jelasnya. (her)