Bangko, AP.- Merasa kehormatan dan harga diri diobrak abrik ratusan warga Desa Renah Alai, Jangkat, Kabupaten Merangin, dengan paksa sengaja   mengusir dan mencegat perambah hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang selama ini merajalela merusak hutan di daerah itu.

Gerakan ini timbul setelah sebelumnya masyarakat di daerah ini   tidak senang hutan di kawasan dusun mereka yang termasuk dalam hutan TNKS    dirambah  pendatang, tanpa menghiraukan  aturan-aturan yang telah berlaku baik secara adat maupun hukum.

Kenyataan dilapangan itulah membuat ratusan warga  marah sehingga sempat memblokir jalan  setempat dengan titik lokasi pemblokiran perbatasan Desa Renah Alai  – Sungai Lalang,  Senin, (07/11), sekitar pukul pukul 08.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan  aksi warga yang dibarengi dengan amarah karena dinilai meremehkan dan tidak menghargai warga Renah Alai Jangkat, masih terus berlangsung, bahkan rata-rata warga yang berjaga jaga untuk mengusir perambah hutanitu,  dilengkapi dengan Senjata Tajam (Sajam) berbagai jenis.

Berutung belum sempat terjadi bentrok, aparat Kepolisian, dibantu  TNI,  dan Pemerintah Kecamatan  setempat bergerak cepat,  guna menetralisasi kedaaan. Bahkan  sekitar pukul 11.30 WIB,  aparat sudah  berhasil mengamankan 6 pelaku yang diduga sebagai perambah hutan TNKS setempat.

“Enam  pelaku perambah hutan, berhasil diamankan aparat. Setelah diintrogasi aparat diketahui jika ke-enam perambah ini hanya sebagai pesuruh (warga yang diupah untuk merambah lahan, red.). Setelah mereka (pelaku, red)  berjanji tidak akan merambah hutan setempat, mereka pun diperbolehkan pulang ,” Ungkap Camat Jangkat Sodri, kepada wartawan kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Jangkat IPTU Rusman membenarkan adanya  enam pelaku perambah hutan yang diamankan aparat. ”Untuk dilokasi  Tempat Kejadian Perkara (TKP) suasana sudah kondusif,  warga  yang sebelumnya berjaga  dilokasi TKP, saat ini sudah kembali kekediamanya masing masing. Sedangkan enam pelaku perambah hutan tersebut sudah kita amankan dan  berjanji tidak akan melakukan perambahan lagi,”  Tegasnya**. nzr**

Tags: