OMONGAN juru bicara seharusnya meredam. Bukan membuka persoalan baru.

Pernyataan Kadis Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, terkait isu raibnya uang rakyat Rp1,5 Triliun justru sebaliknya.

Dalam upaya membela satu nama, yakni Gubernur Jambi Al Haris, ia memilih untuk menyeret empat Gubernur sebelumnya.

Dua dari Gubernur disebut itu berasal dari satu rumah yang sama dengan Al Haris, yakni PAN.

Awalnya, omongan Ariansyah memang tepat. Ia membantah narasi menyebut Rp1,5 Triliun raib di era Gubernur Al Haris. Dia luruskan dengan data, itu akumulasi temuan sejak tahun 2002. Di era Al Haris, temuannya hanya sekian… Titik. Selesai. Seharusnya berhenti di situ.

Ntah apa yang membuat Ariansyah melanjutkan. Satu per satu dirinci. Dari periode Zulkifli Nurdin, Hasan Basri Agus, Zumi Zola Zulkifli, kemudian Fachrori Umar, dan sekarang periode Al Haris.

Omongan Ariansyah mengubah segalanya. Dari klarifikasi data, menjadi pengumbaran nama. Mungkinkah Ariansyah lupa bahwa para Gubernur sebelumnya itu punya ikatan yang sangat kuat dengan Al Haris dan Partai Amanat Nasional.

Zulkifli Nurdin misalnya, Tokoh Pendiri dan Ketua Pertama DPW PAN Jambi. Gubernur periode 2000-2010 itulah membesarkan PAN di Jambi sejak 1998.

Anak Zulkifli, Zumi Zola Zulkifli, juga membesarkan PAN. Zola mantan Ketua DPW PAN Jambi 2015-2018. Sebelumnya Zola Bupati Tanjung Jabung Timur sekaligus Ketua PAN di sana. Saat ini Zola menantu dari Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Lalu, Hasan Basri Agus, Ketua LAM Jambi dan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. HBA bahkan ayah angkat Gubernur Al Haris. Karir Al Haris melejit di birokrasi karena HBA juga, Al Haris tadinya hanya PNS biasa di RRI.

Masa keemasan HBA sebagai pejabat Kota Jambi, sampai menjadi Bupati Sarolangun dan Gubernur Jambi, Al Haris diberikan jabatan strategis. Sampai kemenangan Al Haris di pemilihan Gubernur, tak terlepas karena kharismatik sang HBA.

Begitu pula Fachrori Umar, penerus jabatan setelah Zumi Zola yang juga memiliki hubungan dekat dengan Al Haris. Meski demikian, di masa kepemimpinan Fachrori, Ariansyah memang dicopot dari jabatan eselon II. Meskipun ada rekomendasi KASN agar dilantik kembali, hal itu tidak pernah terlaksana hingga masa jabatan Fachrori berakhir.

Al Haris sekarang merupakan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi periode 2024-2029. Rakyat Jambi tahu betul bahwa Al Haris dikenal luas dengan para senior, sampai mau cium tangan. Al Haris paham menjaga kehormatan.

Sebagai Kadis Kominfo, Ariansyah sebaiknya perlu banyak belajar lagi untuk lebih memahami tugas Kominfo, adalah merawat suasana. Satu kalimat bisa membangun kepercayaan dan satu kalimat juga bisa melukai marwah orang lain.

Oleh: Ramadhani, yang banyak berlajar dengan Usman Ermulan dan Mursyid Sonsang