JAMBI – Safa Marwa memberikan klarifikasi mengenai informasi yang menyebut seorang penumpang diturunkan di tengah jalan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Melalui klarifikasi resmi, Safa Marwa membantah kabar tersebut dan memaparkan kronologi sebenarnya berdasarkan hasil penelusuran internal. Penumpang yang dimaksud adalah perempuan berinisial V.

V dijemput di Bandara Sultan Thaha pukul 08.30 WIB dengan tujuan akhir Kabupaten Kerinci. Tiba di Kerinci sekitar pukul 20.00 WIB.

Mengetahui kabar yang beredar pada Kamis, 23 Juli 2026, pihak Safa Marwa langsung melakukan penelusuran. Selain memeriksa sopir yang bertugas, manajemen juga meminta keterangan saksi, yaitu penumpang lain dalam perjalanan yang sama, Asep dan Trinaldi. Keduanya memastikan V tidak diturunkan di jalan.

“Penelurusan tidak hanya ditujukan kepada sopir yang bertugas, melainkan juga meminta keterangan dari para saksi yaitu penumpang lain yang ikut dalam perjalanan tersebut. Di antaranya pak Asep dan Trinaldi. Keduanya memastikan bahwa penumpang V tidak diturunkan di jalan sebagaimana yang diinformasikan. Juga menyayangi atas kekeliruan informasi yang berkembang diminta tengah masyarakat tersebut,” ujar Penanggung Jawab Safa Marwa Jambi, Nuraini.

Awalnya V meminta turun di Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur. Namun di perjalanan, ia mengubah tujuan ke Desa Simpang Tiga Rawang, Kota Sungai Penuh. Ketika kendaraan mendekati lokasi itu, V kembali meminta diantar ke Koto Lolo.

Permintaan terakhir itu urung dilakukan karena kakak V sudah lebih dulu datang di Simpang Tiga Rawang untuk menjemput.

Sopir Safa Marwa, Jaka, mengatakan bahwa sebelumnya perpindahan penumpang dilakukan secara normal di Desa Pulau Sangkar. Semua penumpang dipindahkan ke kendaraan lain sesuai jalur agar distribusi lebih efektif.

“Kerinci ini wilayahnya luas. Dari Pulau Sangkar penumpang dibagi berdasarkan jalur, ada yang ke Air Hangat Timur, Sungai Penuh, dan Keliling Danau,” kata Jaka.

Senada disampaikan sopir kedua, Yar. Setelah pindah kendaraan, V tetap menyampaikan akan dijemput kakaknya di Desa Simpang Tiga Rawang. V duduk di kursi depan.

Yar mengaku tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia menunggu sekitar 10 menit di bengkel milik orang tua salah satu karyawan Safa Marwa hingga kakak V datang.

“Bahkan penumpang lain sudah mendesak agar segera jalan. Mungkin karena mendengar itu, V menangis. Tapi kami tetap menunggu sampai kakaknya jemput. Setelah itu saya turun, ambil barang V di bagasi, dan diserahkan. Barulah mobil jalan lagi,” ujar Yar.

Yar juga menyebut ada penumpang lanjut usia asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang bersedia mengalah agar penjemputan V didahulukan. Seharusnya nenek itu diantar lebih dulu dan sempat harus memutar ke Siulak.

Safa Marwa mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat yang menyampaikan informasi tersebut. Manajemen juga memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat informasi yang tidak utuh.

Ke depan, perusahaan berkomitmen meningkatkan standar pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan, serta akan mengevaluasi prosedur komunikasi dengan penumpang terkait perubahan tujuan di tengah perjalanan. Safa Marwa menyatakan terbuka menerima kritik dan saran demi perbaikan layanan. ***